SMK Negeri 1 Kota Ternate Siap Menjadi BLUD, Perintisan Sudah Disiapkan Sejak 2023

TERNATE, OM – Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) akan mulai menyasar semua Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang ada di Provinsi Maluku Utara. Wacana status BLUD bagi SMK mulai terlihat dari kesiapan beberapa SMK yang ada di Maluku Utara.

Di SMK Negeri 1 Kota Ternate, pertemuan internal sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara sudah mulai dilakukan. Beberapa materi presentasi kesiapan SMK Negeri 1 Kota Ternate menjadi BLUD sudah mulai dipersiapkan untuk disampaikan pada hari Senin 27 April 2026 mendatang di Sofifi.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Ternate Zainal Muhammad Zen kepada hallomalut.com mengatakan pihaknya siap bertansformasi menjadi BLUD. Perubahan ini menurutnya akan berdampak baik bagi lingkungan sekolah terutama bagi peserta didik yang akan memiliki banyak kesempatan untuk mengasah kompetensi keahlian yang dipelajarinya selama di sekolah. Pikiran untuk menjadikan SMK Negeri 1 Kota Ternate sebagai sekolah mandiri sudah sejak lama hanya saja masalah status dna tanggungjawab masih belum begitu jelas sehingga berpotensi akan berdampak hukum dikemudian.

“Sebelum BLUD, dulu kita sudah berpikir untuk sekolah ini (SMKN 1 Ternate) menjadi sekolah mandiri, semua potensi yang ada di sekolah bisa dikelola sehingga ada nilai tambah untuk pendapatan dan meningkatan pemahaman siswa” kata Enal, Jumat (24/04/2026)

Kepala Sekolah ini juga menambahkan status yang tidak jelas sebelumnya kini sudah terjawab melalui BLUD sehingga SMK Negeri 1 Kota Ternate bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk dikelola secara baik dan bertanggungjawab mengingat niat untuk menjadi sekolah mendiri sudah ada sejak tahun 2023.

“Jika dikatakan siap, kami SMK 1 Kota Ternate sangat siap menjadi BLUD karena persiapan ini sudah dilakukan sejak 2023” katanya.

Semua program keahlian memiliki potensi untuk mendapatkan pendapatan seperti pada Teaching Factory (TeFa) Program Keahlian Pemasaran yang memiliki minimarket dengan sistim modern. Jika sudah berstatus BLUD maka minimarket yang ada diprogram pemasaran akan dibuka untuk umum untuk melayani masyarakat secara luas.

“Kita punya TeFa untuk pemasaran ada minimarketnya, maka jika sudah BLUD akan membuka peluang secara luas SMK Negeri 1 Kota Ternate bekerjasama dengan pihak pemasok secara langsung, sehingga barang yang dijual bisa lebih murah dan terjangkau masyarakat, karena selama ini kami dibatasi belum adanya payung hukum sehingga kebanyakan memakai jasa pihak ketiga” kata Kepala Sekolah ini menjelaskan.

Jika statusnya menjadi BLUD maka ada dua manfaat yang didapatkan yaitu kesempatan untuk melaksanakan praktek berdasarkan kompetensi keahlian akan semakin luas dan tentunya sekolah akan mendapatkan pemasukan atau pendapatan dari praktek penjualan produk dan jasa yang dilakukan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Makmur menyambut baik kesiapan SMK untuk menjadi BLUD, menurutnya peluang SMK dengan segala potensi yang ada harusnya dimaksimalkan secara luas, SMK memiliki tujuan utama yaitu sebagai laboratorium pencetak lulusan yang siap kerja atau berwirausaha, untuk itu ekosistem dunia kerja harus dihidupkan dalam berbagai kesempatan salah satunya adalah kesempatan melalui BLUD

MAKMUR – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara

“SMK di Maluku Utara ini ada 151 SMK baik negeri maupun swasta, terutama yang dikelola pemerintah atau status negeri sudah mulai bertransformasi menjadi BLUD, ini baik untuk sekolahnya terutama siswanya yang diasah keterampilan melalui aktifitas berusaha yang langsung dilakukan sekolah melalui berbagai fasilitas” ucap Makmur

Kabid SMK ini juga menambahkan BLUD akan berdampak baik bagi sekolah maupun pendapatan daerah dimana ada muncul penerimaan daerah baru dari status BLUD yang diberikan.

“BLUD ini dampaknya banyak, keuntungan dalam bentuk profit usaha akan memberikan tambahan pemasukan daerah yang tercatat sebagai PAD, sementara manfaat bagi sekolah adalah peserta didik punya ruang yang lebih luas untuk langsung terjun praktek, kemudian kesempatan berinteraksi dengan masyarakat akan semakin terbuka, siapa saja bisa bekerjasama dengan SMK atau SMK dapat menjual produk berupa barang dan jasa berdasarkan keahlian yang dimiliki masing-masing SMK” tambah Makmur

BLUD pada lingkungan SMK secara resmi akan dilaunching pada tanggal 02 Mei 2026 mendatang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang dipusatkan di Sofifi. (HM19)