Gegara Sepatu, Ririn A. Wahab Gagal Raih Medali Emas ?

RIRIN A. WAHAB - Atlet Lempar Lembing Maluku Utara / Peraih Medali Perak Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026

SURABAYA, OM – Keberhasilan Ririn A. Wahab, atlet nomor lempar lembing Maluku Utara yang berlaga di Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026 lalu menyimpan cerita unik. Diduga faktor non teknis menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya penampilan atlet saat bertanding di babak final.

Kepada hallomalut.com Ririn menceritakan ada hal yang mempengaruhi dirinya tidak begitu baik saat bertanding yaitu sepatu yang digunakannya. Ririn bilang sepatu yang dipakai adalah sepatu untuk lari bukan khusus untuk lempar, akibatnya dirinya merasakan sakit saat melakukan lemparan.

“Kaki saya rasa sakit saat lempar karena pengaruh sepatu, sepatu yang saya pakai itu sepatu lari, bukan sepatu khusus untuk lempar jadi ada pengaruh sakit sedikit” terang Ririn, Selasa (05/05/2026)

Meskipun diakui sepatu menjadi salah satu penyebab kualitas lemparan tidak maksimal, namun altet asal Kelurahan Tagalaya, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan ini mengaku bangga bisa mencapai juara dua dikejuaraan tersebut.

“Saya bangga bisa dapat juara dua, ini pengalaman pertama lomba di luar Maluku Utara apalagi lawannya cukup kuat, rasa takut saya hilang saat lempar dan saya anggap biasa dan dapat perak saya senang” ucap Ririn

Menjawab faktor non teknis yang mempengaruhi performa atlet, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku Utara menjelaskan ini jadi bahan evaluasi di tubuh PASI.

Ketua Harian PASI Maluku Utara Zibang Iskandar Alam mengatakan dari pengalaman Kejuaraan Jatim Open 20206 jadi bahan renungan bersama bahwa membangun olahraga bukan menjadi tanggungjawab cabang olahraga saja tapi semua pihak terutama Pemerintah Provinsi.

“Ini jadi evaluasi bersama, memang kami (PASI Maluku Utara) mengikuti kejuaraan di Jatim Open kemarin punya keterbatasan, kami ikut dengan modal sendiri dan bawa tiga atlet, jadi hal kecil ini memang luput dari pantauan kami” kata Zibang.

Dirinya juga berharap ada perhatian dari KONI sebagai induk semua cabang olahraga dan Gubernur Maluku Utara sebagai pembina olahraga agar bisa memberikan faslitas untuk pembinaan olahraga atletik, terutama lapangan lari yang sesuai kebutuhan lomba.

“Atlet berprestasi diluar daerah ini membawa nama Maluku Utara, maka fasilitas anggaran pembinaan olahraga harus segera untuk diberikan ke cabang olahraga agar masalah non teknis, misalnya sepatu dan alat latihan bisa diantisipasi Cabor, namun yang lebih penting adalah segera selesaikan lapangan atletik di Sofifi agar atlet PASI bisa berlatih lebih baik, bukan dijalan aspal seperti yang selama ini dilakukan atlet maupun pelatih ” tegas Zibang. (HM19)