MUI Ternate Harap Ada Diskusi Publik Terkait Investasi PT Ormat di Halmahera Barat

Prof. ZUBAIR SITUMORANG - Ketua MUI Kota Ternate

TERNATE, OM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate berharap pemerintah membuka ruang diskusi bersama masyarakat terkait rencana investasi PT Ormat Technologies Inc di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Ketua MUI Kota Ternate, Prof. Zubair Situmorang, mengatakan diskusi tersebut penting untuk mengukur secara objektif potensi mudarat (kerugian) dan maslahat (manfaat) yang akan dihadapi masyarakat atas kehadiran perusahaan tersebut.

Hal itu disampaikan Prof. Zubair saat memberikan keterangan di Masjid Darul Arqam, Kelurahan Makasar Barat, Kota Ternate, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan secara matang. Dari sisi mudarat, kata dia, muncul penolakan dari sebagian masyarakat, khususnya umat Islam, terkait dugaan afiliasi perusahaan dengan Zionis Israel.

“Jika sesuatu lebih banyak mudaratnya, maka harus ditolak,” tegas Zubair.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kepastian yang dapat meyakinkan umat Islam bahwa kehadiran perusahaan tersebut tidak akan menimbulkan dampak negatif di tengah dinamika penolakan yang berkembang.

“Siapa yang bisa memberikan kepastian bahwa perusahaan itu tidak akan memberikan mudarat?” ujarnya.

Menurutnya, dalam prinsip hukum Islam, mencegah mudarat yang lebih besar harus diutamakan daripada mengejar maslahat.

“Mencegah mudarat yang lebih besar justru lebih utama daripada kita berpikir untuk mendatangkan maslahat,” katanya.

Meski demikian, MUI Kota Ternate juga mengakui bahwa setiap investasi pada dasarnya berpotensi mendatangkan manfaat, seperti membuka lapangan kerja baru serta membantu penyelesaian persoalan sosial yang selama ini belum tertangani.

Namun, ia menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada profil perusahaan. Jika benar terdapat afiliasi dengan Israel, hal tersebut dinilai bertentangan dengan nilai perjuangan bangsa Indonesia dan konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan, termasuk terhadap Palestina.

“Kalau betul perusahaan itu berafiliasi, maka itu harus diselesaikan. Kita harus memberikan saran dan pandangan kepada pemerintah bahwa sikap umat Islam sudah jelas dan sikap itu belum ditarik,” tegasnya.

Saat ini, kehadiran PT Ormat Technologies Inc melalui PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pengelola proyek energi panas bumi (geothermal) Talaga Rano di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, telah memicu pro dan kontra di masyarakat.

MUI Kota Ternate berharap diskusi terbuka dapat segera dilakukan agar polemik yang ada tidak semakin meluas dan dapat ditemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak. (HM55)