Dari LPP Provinsi Maluku Utara November 2025 : Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Penyerapan Rendah dan Ada Deflasi 0,17 Persen

TERNATE, OM – Bank Indonesia (BI) telah merilis Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Provinsi Maluku Utara pada periode November 2025. di kutip dilaman website bi.go.id. Perkembangan ekonomi yang terjadi di Maluku Utara cukup beragam mulai dari angka pertumbuhan tertinggi, penyerapan anggaran yang masih rendah serta mencatatkan peristiwa deflasi. berikut materi LPP yang dirilis Bank Indonesia :

Perkembangan Ekonomi Daerah

Perekonomian Provinsi Maluku Utara pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 39,10% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 32,00% (yoy). Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan III 2025, di atas Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau. Peningkatan pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kapasitas produksi pengolahan nikel terutama untuk fasilitas RKEF dan konsensus satu tambang baru di kawasan Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Dilihat dari sisi pengeluaran, peningkatan pertumbuhan perekonomian disebabkan oleh meningkatnya ekspor luar negeri khususnya produk olahan nikel untuk komoditas feronikel dan nickel matte. Dari sisi konsumsi, konsumsi rumah tangga tercatat mengalami peningkatan sejalan dengan kebijakan stimulus pemerintah berupa delapan program akselerasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2025.

Keuangan Pemerintah

Anggaran Pendapatan Daerah pada tahun 2025 secara agregat mencapai Rp16,17 triliun. Di sisi lain, Anggaran Belanja Pemerintah Daerah secara agregat mencapai Rp16,99 triliun. Pagu Anggaran Belanja tahun 2025 turun 0,97% (yoy) dibandingkan anggaran setelah perubahan tahun 2024. Dari nominal tersebut, 79,91% atau Rp13,58 triliun merupakan APBD Kabupaten/Kota dan sisanya 20,09% atau Rp Rp3,41 triliun merupakan APBD Provinsi Maluku Utara.

Sampai dengan triwulan III 2025 total realisasi belanja daerah secara agregat mencapai 45,68% dari pagu anggaran atau lebih rendah dibandingkan triwulan III 2024 yang berhasil merealisasikan sebesar 52,68% dari anggaran. Penurunan realisasi belanja terhadap pagu anggaran, terjadi pada realiasasi belanja APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Lebih lanjut realisasi APBD Provinsi tercatat sebesar 50,00%, lebih tinggi dibandingkan realisasi APBD Kabupaten/Kota tercatat 44,59% dari pagu anggaran.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi IHK Maluku Utara pada triwulan III 2025 tercatat deflasi sebesar -0,17 (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan II 2025 sebesar 2,01% (yoy). Kelompok penyumbang deflasi terbesar sepanjang triwulan III 2025 adalah Kelompok Transportasi yang tercatat sebesar -6,31%(yoy) dan andil deflasi sebesar -0,68%(yoy). Kemudian disusul oleh Kelompok Pendidikan dengan deflasi sebesar -19,71% (yoy) dengan andil deflasi sebesar -0,52% (yoy). Selanjutnya, Kelompok Makanan, Minuman, Tembakau mengalami deflasi sebesar -1,42% (yoy) dengan andil deflasi sebesar -0,49% (yoy). Dari sisi komoditas, penyumbang andil deflasi tertinggi sepanjang triwulan III 2025 adalah komoditas angkutan udara, sekolah menengah atas, ikan cakalang, kangkong, dan bensin.

Secara akumulasi sampai dengan Oktober 2025, tercatat Maluku Utara mengalami inflasi sebesar 0,44% (ytd). Tekanan inflasi sepanjang triwulan berjalan diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan triwulan III 2025. Peningkatan tekanan inflasi terutama disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang kondusif di akhir tahun sehingga mengurangi frekuensi nelayan melaut yang menyebabkan harga ikan tinggi. Selain itu, konsumsi dan permintaan masyarakat Maluku Utara juga cenderung meningkat mendekati HBKN natal dan tahun baru.

Analisis Stabilitas Keuangan Daerah

Ekonomi Maluku Utara tumbuh kuat pada triwulan III 2025 seiring dengan pertumbuhan industri pertambangan nikel yang berdampak positif terhadap kinerja perbankan khususnya pada ekspansi penyaluran kredit. Kinerja penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan pertanian di Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan III 2025.

Secara keseluruhan NPL kredit di Maluku Utara masih berada di bawah 5%. NPL kredit non-UMKM mengalami sedikit kenaikan dari 0,06% pada triwulan II 2025 menjadi 0,09% pada triwulan III 2025. NPL pada kredit UMKM turut mengalami kenaikan dari 3,66% pada triwulan II 2025 menjadi 3,23% pada triwulan III 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa stabilitas sistem keuangan di Provinsi Maluku Utara pada triwulan III 2025 masih terus terjaga di tengah pertumbuhan positif penyaluran kredit.

Perkembangan Sistem Pembayaran

Selama tahun 2025 hingga bulan September, capaian transaksi, nominal, dan merchant baru QRIS telah melewati capaian setahun penuh pada 2024. Tercatat transaksi QRIS telah dilakukan sebanyak 4,44 juta kali dengan nominal Rp598 miliar dan penambahan merchant baru sejumlah 26.290, lebih besar dibandingkan capaian 2024 yang tercatat terdapat 3,48 juta transaksi dengan nominal Rp401 miliar dan merchant baru sejumlah 11.862.

Dari sisi non tunai lainnya, transaksi RTGS, SKNBI, dan APMK pada TW III 2025 turut mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan secara yoy. Untuk perkembangan aliran inflow-outflow uang kartal, pada TW III 2025 kembali mencatatkan net outflow setelah pada triwulan sebelumnya mengalami net inflow akibat koreksi pasca tingginya permintaan pada HBKN Idul Fitri yang bergeser ke TW I. Untuk perkembangan aliran inflow-outflow uang kartal, pada TW III 2025 kembali mencatatkan net outflow setelah pada triwulan sebelumnya mengalami net inflow akibat koreksi pasca tingginya permintaan pada HBKN Idul Fitri yang bergeser ke TW I.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku Utara pada Semester I 2025 tercatat sebesar 4,55% meningkat sebesar 29 basis poin dibandingkan periode pencatatan Semester I 2025 yang tercatat sebesar 4,26%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) masyarakat Maluku Utara mengalami peningkatan, sejalan dengan penambahan jumlah penduduk berusia 15 tahun ke atas sebanyak 9,49 ribu orang.

Pada triwulan III 2025 Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi salah satu parameter kesejahteraan petani di Maluku Utara memperoleh indeks 107,08, angka tersebut menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 107,26. NTP Provinsi Maluku Utara pada triwulan III 2025 berada pada peringkat ke-8 (delapan) dari 14 (empat belas) provinsi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Prospek Perekonomian

Perekonomian Provinsi Maluku Utara pada tahun 2025 diproyeksikan tetap tumbuh tinggi dan mengalami akselerasi dibanding tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh industri pengolahan nikel. Dari sisi pengeluaran, perekonomian pada tahun 2025 didorong oleh pertumbuhan ekspor luar negeri yang dipengaruhi oleh proses hilirisasi tingkat lanjut produk olahan nikel. Dari sisi LU, sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian diperkirakan masih menjadi sektor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan.

Inflasi Maluku Utara pada tahun 2025 diperkirakan akan berada dalam rentang target inflasi nasional di tengah berbagai faktor risiko seperti ketidakseimbangan kuota bahan bakar rumah tangga dan curah hujan tinggi yang mengurangi pasokan aneka ikan segar dan komoditas hortikultura. Kebijakan stimulus pemerintah berupa diskon tarif pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru diprakirakan akan menahan laju inflasi lebih tinggi.(HMS/HM19)