Kebakaran di Ternate Meningkat, KKSS Ingatkan Warga Lebih Waspada

TERNATE, OM – Kasus kebakaran di Kota Ternate sepanjang tahun 2025 mengalami tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Catatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyebutkan, sejak Januari hingga September 2025 sudah terjadi 25 peristiwa kebakaran, naik dari 23 kasus pada tahun 2024.

Fenomena ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, baik di lingkungan rumah tangga maupun dunia usaha. Apalagi, kebakaran terakhir yang melanda deretan lapak di kawasan Pantai Mangga Dua masih menyisakan trauma sekaligus pelajaran berharga.

Ketua Badan Pimpinan Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Maluku Utara, H. Rajman Makka, turut menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama para pelaku usaha.

“Kebakaran kemarin jadi pelajaran untuk semua. Saya minta masyarakat, khususnya keluarga Sulawesi Selatan yang ada di Maluku Utara, agar lebih waspada. Terutama pedagang kios merah yang aktif 24 jam,” tegas Rajman, Kamis (02/10/2025).

Ia menambahkan, sebagian besar warga KKSS di Maluku Utara menggantungkan hidup dari sektor perdagangan. Karena itu, kebiasaan saling mengingatkan perlu terus ditumbuhkan, demi mencegah musibah yang sama terulang.

“Banyak anggota KKSS berprofesi sebagai pedagang. Kami di pengurus akan selalu mengingatkan agar lebih teliti dan berhati-hati dalam menjalankan usaha,” ujarnya.

Upaya ini, menurut Rajman, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Analisis Data Informasi dan Penyuluhan Kebakaran Damkar Kota Ternate, Sri Rohaty Marsaoly, menyebut kebakaran paling sering terjadi di wilayah padat penduduk, seperti Ternate Tengah, Ternate Utara, dan Ternate Selatan. Penyebab utamanya antara lain korsleting listrik dan ledakan kompor.

“Data menunjukkan kebakaran banyak terjadi di lokasi padat penduduk,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar terus melakukan edukasi pencegahan melalui media, sekaligus membuka layanan darurat yang bisa diakses masyarakat. Masyarakat dapat melapor lewat WhatsApp 0811 4390 4113 atau nomor telepon 0921 3124113 jika terjadi kebakaran. (HM19)